Ganja 330 Kilogram di Bogor Diduga Dikendalikan Napi Lapas Cipinang

Selasa, 29 Oktober 2013 - 08:13:50 WIB
Diposting oleh : Administrator | Kategori: new kategori - Dibaca: 2 kali

Bandung - Dua pria berinisial EH dan IS terlibat sindikat jaringan nasional peredaran narkoba jenis ganja di wilayah Kabupaten Bogor. Polisi menemukan ganja seberat 330 kilogram atau senilai hampir Rp 1 miliar yang disembunyikan di kamar kontrakan IS. Polisi menduga peredaran daun ganja kering ini dikendalikan dari penjara.

"Kami menduga kasus ini melibatkan narapidana di Lapas Cipinang. Berdasarkan keterangan IS, ia disuruh orang berinisial HS yang mengaku berada di Lapas Cipinang," jelas Dir Resnarkoba Polda Jabar Kombes Pol Hafriyono di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (28/10/2013).

Menurut Hafriyono, IS selama ini berkomunikasi dengan HS melalui telepon genggam. IS mengaku dipekerjakan HS untuk mengambil barang berupa ganja di Pasar Cimanggis. Barang haram tersebut dikirim menggunakan mobil pikap pengantar sayuran. "Ganja itu disimpan dalam dus dan karung," ucap Hafriyono.

Ganja itu lalu disimpan IS di rumah kontrakannya, Griya Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jabar. Tugas selanjutnya, IS bekerjasama dengan EH mengedarkan ganja di wilayah Bogor.

Subdit II Ditresnarkoba Polda Jabar mengecek pengakuan IS soal keterlibatan napi di Lapas Cipinang. "Kami berkoordinasi dengan pihak Lapas Cipinang. Setelah kami datang ke Lapas Cipinang, nama HS tidak ada dalam register. Kuat dugaan namanya itu bukan asli. Sepertinya sengaja memakai nama samaran," jelas Hafriyono.

"Namun kami tetap berusaha dan meminta pihak Lapas Cipinang untuk mengungkap siapa HS itu sebenarnya," kata Hafriyono menambahkan.

Ditresnarkoba Polda Jabar menyita barang bukti narkoba jenis ganja seberat 330 kilogram senilai hampir Rp 1 miliar. Terkait perkara ini polisi menangkap dua tersangka berinisial EH dan IS di kawasan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jabar. (DetikNews)